Makalah Observasi Mata Kuliah Manajemen Sarana Prasarana


 

TUGAS MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA

LAPORAN OBSERVASI

Di ajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Manajemen Sarana dan Prasarana

DI SUSUN OLEH :

APRIA FITRIANSYAH (0906296)

ENENG RINA (0906980)

FAJARINI SYAFITRI (0900236)

GILANG GUMILANG DAWOUS (0906427)

WILDAN KARIM ANGGAPERBATA (0908895)

JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

2010

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A. Latar Belakang

Aspek sarana dan prasarana pendidikan berkenaan dengan fasilitas dan kemudahan-kemudahan dalam pelaksanaan pendidikan yang tersedia. Sarana dan prasarana pendidikan masih sangat tergantung pengadaannya dari pemerintah pusat, sementara pendistribusiannya belum terjamin merata sampai ketujuannya sehingga kemandirian dan rasa turut bertanggung jawab daeerah masih dirasakan kurang maksimal.

Permasalahan-permasalahan yang menyangkut fasilitas pendidikan ini, erat kaitannya dengan kondisi tanah, bangunan dan perabot yang menjadi penunjang terlaksananya proses pendidikan. Dalam aspek tanah pendidikan, berkaitan dengan status hukum kepemilikan tanah yang menjadi tempat pendidikan, letaknya yang kurang memenuhi persyaratan lancarnya proses pendidikan (sempit, ramai, terpencil, kumuh, labil, dan lain-lain). Aspek bangunan berkenaan dengan kondisi gedung sekolah yang kurang memadai untuk lancarnya proses pendidikan (lembab, gelap, sempit, rapuh, bahkan banyak yang sudah ambruk, dan lain-lain) sampai membahayakan keselamatan. Aspek perabot berkenaan dengan sarana yang kurang memadai bagi pelaksanaan proses pendidikan (meja-kursi yang reyot, alat peraga yang kurang lengkap, buku paket yang tidak cukup, sarana kesehatan kurang memadai, dan lain-lain), termasuk fasilitas untuk kebutuhan ekstrakurikuler. Oleh karena itu, pada pembahasan makalah kami ini tentang hasil studi lapangan ke SMA Negeri 22 Bandung mengenai pengelolaan sarana dan prasarana tingkat SMA Negeri yang sudah mempunyai predikat sebagai Sekolah Standar Nasional.

B. Rumusan Masalah

Perumusan Masalah yang kami uraikan yaitu:

  1. Bagaimana gambaran umum atau profil dari SMA Negeri 22 Bandung?
  2. Bagaimana kondisi sarana dan prasarana pendidikan di SMA Negeri 22 Bandung?
  3. Apakah sarana dan prasarana pendidikan di SMA Negeri 22 Bandung sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan?

C. Tujuan dan Manfaat

Makalah ini kami selesaikan karena mempunyai tujuan dan manfaat yang berguna bagi semua yang menyukai materi yang kami bahas ini. Dengan menyelesaikan makalah yang berkenaan dengan konsep manajemen sarana dan prasarana dan hasil studi lapangan ke SMA Negeri 22 Bandung yang merupakan Sekolah Standar Nasional juga untuk memenuhi salah satu tugas kelompok mata kuliah Manajemen Sarana dan Prasarana. Selain itu kami berharap dapat memberi banyak manfaat terhadap pembaca. Sebagai penyusun, makalah ini mempunyai tujuan modal kajian pembelajaran dan pengetahuan yang lebih matang dan banyak manfaatnya dikemudian hari.

D. Ruang Lingkup

Ruang lingkup makalah ini yaitu mencakup  konsep manajemen sarana dan prasarana, laporan hasil observasi lapangan dari SMA Negeri 22 Bandung mengenai gambaran umum atau profil SMA Negeri 22 Bandung, keadaan sarana dan prasarananya, juga kesesuaian sarana dan prasarana pendidikan dengan Standar Nasional Pendidikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN TEORI

 

A. Pengertian dan Jenis Sarana dan Prasarana Pendidikan

Sarana pendidikan adalah fasilitas-fasilitas yang digunakan secara langsung dalam proses belajar mengajar agar tujuan pembelajaran tercapai. Sedangkan prasarana pendidikan merupakan segala sesuatu yang secara tidak langsung menunjang proses pendidikan. Sarana dan prasarana pendidikan menjadi penting karena mutu pendidikan dapat ditingkatkan melalui pengadaan sarana dan prasarana. Pemerintah melalui menteri pendidikan menerbitkan peraturan pemerintah No. 24 tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana. Standar sarana dan prasarana berdasarkan PP No.19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan merupakan standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

 

  • Jenis sarana dan prasarana

Fasilitas atau benda-benda pendidikan dapat digolongkan sebagai berikut:

  • Ditinjau dari fungsinya terhadap Proses Belajar Mengajar (PBM),

o Berfungsi tidak langsung (kehadirannya tidak sangat menentukan). Contoh : tanah, halaman, pagar, tanaman, gedung/bangunan

o Berfungsi langsung (kehadirannya sangat menentukan) terhadap PBM, seperti alat pelajaran, alat peraga, alat praktek dan media pendidikan.

  • Ditinjau dari jenisnya

o  Fasilitas fisik atau fasilitas material yaitu segala sesuatu yang berwujud benda mati atau dibendakan yang mempunyai peran untuk memudahkan atau melancarkan sesuatu usaha, seperti kendaraan, mesin tulis, komputer, perabot, alat peraga, model, media, dan sebagainya

o Fasilitas nonfisik yakni sesuatu yang bukan benda mati, atau kurang dapat disebut benda atau dibendakan, yang mempunyai peranan untuk memudahkan atau melancarkan sesuatu usaha seperti manusia, jasa, uang.

  • Ditinjau dari sifat barangnya

o Barang bergerak atau barang berpindah/dipindahkan dikelompokkan menjadi barang habis-pakai dan barang tak habis pakai.

-          Barang habis-pakai ialah barang yang susut volumenya pada waktu dipergunakan, dan dalam jangka waktu tertentu barang tersebut dapat susut terus sampai habis atau tidak berfungsi lagi, seperti kapur tukis, tinta, kertas, spidol, penghapus, sapu dan sebagainya. (Keputusan Menteri Keuangan Nomor 225/MK/V/1971 tanggal 13 April 1971).

-          Barang tak-habis-pakai ialah barang-barang yang dapat dipakai berulang kali serta tidak susut volumenya ketika digunakan dalam jangka waktu yang relatif lama, tetapi tetap memerlukan perawatan agar selalu siap-pakai untuk pelaksanaan tugas, seperti mesin tulis, komputer, mesin stensil, kendaraan, perabot, media pendidikan dan sebagainya.

o  Barang tidak bergerak ialah barang yang tidak berpindah-pindah letaknya atau tidak bisa dipidahkan, seperti tanah, bangunan/gedung, sumur, menara air, dan sebagainya.

Sedangkan jenis-jenis prasarana pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu:

  • Prasarana pendidikan yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar, seperti ruang teori, ruang perpustakaan, ruang praktek keterampilan, dan ruang laboratorium.
  • Prasarana sekolah yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar, tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses belajar mengajar. Beberapa contoh tentang prasarana sekolah jenis terakhir tersebut di antaranya adalah ruang kantor, kantin sekolah, tanah dan jalan menuju sekolah, kamar kecil, ruang usaha kesehatan sekolah, ruang guru, ruang kepala sekolah, dan tempat parkir kendaraan.

B. Dasar Hukum Standar Sarana dan Prasarana

Sesuai dengan Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003, PP No 19 tahun 2005, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 tahun 2007.

  • Ketentuan pembakuan sarana dan prasarana pendidikan yang telah dijabarkan dalam:

-          Keputusan Mendiknas Nomor 129a/U/2004 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan;

-          Pembakuan Bangunan dan Perabot Sekolah Menengah Pertama Tahun 2004 dari Direktorat Pembinaan SMP

-          Panduan Pelaksanaan dan Panduan Teknis Program Subsidi Imbal Swadaya: Pembangunan Ruang Laboratorium Sekolah Tahun 2007 dari Direktorat Pembinaan SMP.

  • Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 Bab XII Pasal 45 tentang Sarana dan Prasarana Pendidikan
  • Peraturan Pemerintah No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  • Peraturan pemerintah No.24 tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana Pasal 1, Pasal 2, dan Pasal 3. Dalam peraturan pemerintahan ini, terdapat beberapa kriteria minimum standar sarana dan prasarana mengenai Lahan, Bangunan, dan Kelengkapan prasarana.

C. Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan

Administrasi sarana dan prasarana merupakan keseluruhan pengadaan, pendayagunaan dan pengawasan terhadap sarana dan prasarana. Untuk menunjang pelaksanaan pendidikan agar fasilitas berfungsi maksimal dalam pembelajaran. Kegiatannya meliputi:

1. Perencanaan

Merupakan kegiatan penyusunan daftar sarana dan prasarana yang dibutuhkan sekolah,

2. Pengadaan sarana dan prasarana

Merupakan kegiatan menghadirkan sarana dan prasarana untuk menunjang proses belajar mengajar.

3. Penyimpanan

Merupakan kegiatan pengurusan, penyelenggaraan dan pengaturan persediaan sarana dan prasarana di gudang.

4. Inventarisasi

Inventarisasi merupakan kegiatan melaksanakan pengurusan, penyelenggaraan, pengaturan dan pencatatan barang-barang yang menjadi milik sekolah bersangkutan.

5. Pemeliharaan

Pemeliharaan merupakan kegiatan pencegahan kerusakan suatu barang.

6. Penghapusan

Penghapusan ialah kegiatan meniadakan barang-barang milik Negara/daerah dari daftar inventaris karena barang tersebut dianggap sudah tidak mempunyai nilai guna atau sudah tidak berfungsi lagi atau pemeliharaannya sudah terlalu mahal.

7. Pengawasan

Pengawasan sarana dan prasarana merupakan kegiatan pengamatan, pemerikasaan dan penilaian terhadap pelaksanaan administrasi sarana dan prasarana sekolah.

Jadi, dalam manajemen sarana dan prasarana, sekolah bertugas merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi, dan mengevaluasi kebutuhan dan penggunaan sarana-prasarana agar dapat memberikan sumbangan secara optimal pada kegiatan belajar-mengajar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN HASIL OBSERVASI SARANA PRASARANA

DI SMAN 22 BANDUNG

 

 

A. Sejarah Dan Identitas Sma Negeri 22 Bandung

  • Sejarah SMAN 22 Bandung

Sebelum menjadi sekolah umum, SMA Negeri 22 Bandung  adalah sekolah pendidikan guru (SPG Negeri 2 Bandung) jurusan SD dan TK yang sebelumnya adalah  sekolah guru taman kanak-kanak (SGTK) yang menempati lokasi di   Jl. Citarum no.23 Bandung.

Semenjak tahun 1987 SPG Negeri 2 Bandung, pindah ke  Jl. Rajamantri Kulon no. 17A (alamat sekarang).

Pada tahun 1991 berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor :0426/O/1991 tanggal 15 Juli 1991 SPG Negeri 2 Bandung beralih fungsi menjadi sekolah umum yaitu SMA Negeri 22 Bandung.

  • Identitas SMAN 22 Bandung

SMA Negeri 22 Bandung terletak di jalan Rajamantri Kulon No.17.A, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota B.andung, Propinsi Jawa Barat. SMA Negeri 22 Bandung di bangun pada tahun 1964 dan telah direnovasi secara bertahap – tahap sampai sekarang. SMA Negeri 22 bandung telah terakreditasi A. Dengan Visi nya yaitu “SMA NEGERI 22 BANDUNG TERDEPAN DALAM BIDANG PRESTASI DAN INFORMASI” serta misi nya adalah sebagai berikut :

-          Menciptakkan pembelajaran yang efektif dan inovatif dengan upaya meningkatkan kompetensi  dalam metode dan strategi pembelajaran, peningkatan sistem admi- nistrasi pembelajaran dan peningkatan kompetensi pendidiik dalam mengembang-kan bahan ajar

-          Mengembangkan bahan ajar setiap pelajaran

-          Meningkatkan prestasi akademik dan non akademik

-          Mengembangkan sarana dan jaringan teknologi informasi dan komunikasi untuk  me-nunjang proses pembelajaran, administrasi sekolah dan komunikasi intern dan         ekstern

-          Mengembangkan perpustakaan yang representatif dengan upaya menuju elektronik   library

-          Menciptakan sekolah yang berwawasan lingkungan dan suasana belajar yang kondusif.

SMAN 22 Bandung memiliki jumlah guru sebanyak 73 orang, sedangkan guru honorer berjumlah 9 orang, dengan komposisi guru laki-laki sejumlah 26 orang dan perempuan 56 orang. Selain itu dilengkapi juga dengan tenaga tata usaha yang berjumlah 25 orang. Semua tenaga yang ada di sekolah ini melayani  seluruh peserta didik yang berjumlah 1121 orang dengan rincian sebagai berikut :

No. Kelas Program Study Jumlah siswa Jumlah Seluruh
L P
1 X 199 196 395
2 XI IPA 107 142 249
IPS 73 56 129
3 XII IPA 88 111 199
IPS 84 65 149
Jumlah 551 570 1121

Seluruh siswa dalam tiap tingkatan dibagi kedalam 9 rombongan belajar. Proses pembelajaran semuanya berlansung dari pukul 06.30 sampai dengan pukul 13.00, kecuali hari jum’at sampai pukul 11.00.

B. Sarana Dan Prasarana Di SMAN 22 Bandung

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, bahwa sarana prasarana sangat menunjang keberhasilan dan kelancaran pelaksanaan proses belajar mengajar. SMAN 22 Bandung pun dalam menjalankan KBM sangat memperhatikan komponen ini. Hal ini memang terlihat dari segi ketersediaan dan penggunaan sarana dan prasaran yang tersedia di SMAN 22 Bandung.

Dibawah pimpinan Drs. Ajat Sudrajat, M.Si sebagai kepala sekolah dan Uju Djuanda, S.Pd sebagai Wakasek bidang sarana prasarana, SMAN 22 bisa meraih predikat akreditasi A dan berhasil mendapatkan predikat Sekolah Standar NAsional (SSN) dari kementrian pendidikan Indonesia.

  • Kondisi Lahan dan Prasarana di SMAN 22 Bandung

Prasarana merupakan hal-hal yang secara tidak langsung berkaitan dengan proses pembelajaran. Keberadaan prasarana ini memang tidak wajib, tapi menjadi pendukung dalam proses belajar mengajar. Berdiri diatas luas tanah 13.160 m2, SMAN 22 bandung sudah memiliki beberapa sarana yang menunjang untuk proses belajar mengajar. Adapun Prasarana dan penggunaan lahan yang ada di SMAN 22 Bandung bisa diihat dari tabel berikut :

NO. RUANG JUMLAH LUAS KETERANGAN
1 Ruang kelas 27 2087 m2 Baik
2 Ruang kepala sekolah 1 56 m2 Baik
3 Ruang guru 1 244 m2 Baik
4 Ruang serba guna 1 250 m2 Baik
5 Ruang wakil kepala sekolah 1 56 m2 Baik
6 Ruang Tata usaha 1 138 m2 Baik
7 Ruang koperasi 1 36 m2 Baik
8 Ruang BK 1 54 m2 Baik
9 Ruang UKS 1 15 m2 Baik
10 Ruang piket 1 20 m2 Baik
11 Ruang satpam 1 18 m2 Baik
12 Ruang perpustakaan 1 108 m2 Baik
13 Ruang multimedia 1 72 m2 Baik
14 Ruang lab.komputer 2 144 m2 Baik
15 Ruang komite sekolah 1 24 m2 Baik
16 Dapur 1 18 m2 Baik
17. Laboratorium fisika 1 79 m2 Baik
18. Lab. Biologi 1 79 m2 Baik
19. Lab.Kimia 1 148 m2 Baik
20. Ruang life skill 1 64 m2 Baik
21. Ruang Ekskul 6 192 m2 Baik
22. Rumah penjaga sekolah 4 98 m2 Baik
23. Gudang 1 72 m2 Baik
24. WC kelas X,XI, dan XII 24 310 m2 Baik
25. Masjid 1 168 m2 Baik
26. Lapang basket 1 1658 m2 Baik
27. Lapang voley 1 1573 m2 Baik
28. Halaman dan taman 925 m2
29. Kebun 525 m2
30. Lapang parker 1025 m2
31. Koridor 1134 m2
32. Kantin sekolah 6 145 m2 Baik
33. Ruang Lab. Bahasa 1 50 m2 Baik
34. Lain-lain 157 m2
JUMLAH 90 13160 m2

Secara keseluruhan sarana yang ada di SMAN 22 Bandung terawat dengan baik. Hal ini bisa terlihat dengan kondisi sekolah yang nyaman dan asri. Walaupun gedung ini dibangun sejak 46 tahun silam, namun masih terlihat kokoh, hal ini menandakan perawatan yang baik dari pihak lembaga. Selain itu renovasi juga berlangsung beberapa kali, sampai saat observasi berlangsung, renovasi masih berlangsung untuk dua lokal kelas.

  • Kondisi Sarana di SMAN 22 Bandung

Menurut pengamatan kami, prasarana yang ada di SMAN 22 Bandung sudah lengkap, hal ini dibuktikan dengan terdapatnya beberapa prasarana seperti bangku, meja, papan tulis, dan alat-alat lain yang mendukung kerja seluruh warga sekolah.

Namun yang menjadi kendala kami selama observasi untuk prasarana ini adalah dari pihak lembaga tidak ada data yang terpusat tentang kondisi prasarana yang terdapat di SMAN 22 Bandung, sehingga pengamatan kami terbatas pada apa yang kami dapatkan dan tanyakan langsung pada Wakasek Sarana dan Prasaran Uju Juanda, S.Pd. Oleh karena itu, data yang bisa kami sajikan tidak terlalu lengkap, terutama untuk data kuantitas atau jumlah, pihak lembaga hanya memberikan perkiraan jumlahnya saja.

Adapun sarana tersebut diantaranya :

  • Perabot, yang termasuk kedalam perabot ini seperti meja, kursi, papan tulis, lemari, tong sampah. Namun tidak ada data yang akurat untuk jumlah pasti keseluruhan perabot. Untuk meja dan kursi, setiap ruangan disesuaikan dengan jumlah peserta didik. Namun yang unik dari SMAN 22 adalah hampir di setiap kelas terdapat cermin hal ini bisa digunakan baik oleh siswa ataupun guru.
  • Peralatan pendidikan, untuk peralatan pendidikan diantaranya terdapat komputer yang terpusat di ruang lab.komputer sebanyak 45 unit.
  • Media pendidikan, media pendidikan digunakan untuk memperlancar proses informasi dalam proses pembelajaran. Media yang digunakan diantaranya adalah Infocus, untuk kali ini infocus yang terdapat di SMAN 22 Bandung baru terdapat 4 buah. Selain menggunakan media elektronik lembaga juga menggunakan prasarana majalah dinding (mading). Mading di sekolah terdapat sekitar 4 mading, tiga diantaranya digunkaan oleh sekolah, dan satu digunakan oleh siswa sebagai sarana dalam pembelajaran jurnalistik. Selain itu terdapat juga satu ruangan khusus yang dinamakan ruang multi media yang berfungsi sebagai media pembelajaran supaya lebih menyenangkan.
  • Buku. Untuk menunjang proses pembelajaran, terdapat beberapa buku yang menjadi rujukan.Semua buku terpusat pada perpustakaan seluas 108 m2 . Adapun kualifikasi buku yang terdapat di SMAN 22 Bandung tersaji dalam tabel berikut :
No. Jenis Buku Judul Kuantitas Kualitas
1. Karya Umum 4 30 Baik
2. Agama 2 67 Baik
3. Ilmu Pengetahuan Sosial 13 717 Baik
4. Ilmu Pengetahuan Alam 14 1300 Baik
5. Bahasa 38 1961 Baik
6. Sejarah 6 376 Baik
Jumlah 77 4451

Dengan sejumlah buku tersebut seluruh warga bisa mengakses dan menambah wawasannya di perpustakaan sekolah.

  • Bahan habis pakai, untuk bahan habis pakai ini memang tidak ada data yang akurat, namun untuk jenisnya yang terdapat di SMAN 22 Bandung adalah spidol, tinta, kertas dan lain sebagainya. Berhubung seluruh ruang kelas yang ada di SMAN 22 Bandung ini telah menggnakan White Board¸ maka penggunaan spidol dan tinta menjadi anggaran yang ada dalam pengeluaran bulanan bagian sarana prasarana.

Proses manajerial yang berlangsung untuk sarana prasarana di SMAN 22 Bandung ini meliputi pengadaan, perawatan, dan penghapusan. Untuk proses pengadaan, pihak lembaga membuat perencanaan setiap tahunnya. Sarana dan prasarana apa yang akan direncanakan untuk tahun bersangkutan. Rencana ini dimasukan kedalam penyusunan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) sesuai dengan analisis kebutuhan. Namun dalam pelaksanaannya pihak sekolah juga melihat kondisi keuangan yang ada, jika memungkinkan maka pihak sekolah bias merealisasikannya, sedangkan jika tidak memungkinkan maka rencana tersebut ditunda dan dipindahkan ke perencanaan tahun berikutnya.

Sedangkan untuk program perbaikan dan perawatan tidak jauh berbeda dengan pengadaan, perencanaan anggaran untuk ini dimasukan juga kedalam RKAS, terutama untuk perawatan sarana seperti pengecatan, perbaikan bangku atau juga perawatan prasarana seperti perawatan komputer.

Untuk program penghapusan, lembaga tidak begitu saja membuang atau menghapus barang-barang yang sudah rusak atau sudah tidak bia terpakai. Berhubung status sekolah ini negeri, jadi seluruh aset termasuk barang-barang itu merupakan milik Negara, meskipun uangnya berasal dari dana swadaya masyarakat. Maka ketika terjadi kerusakan atau mau diadakan penghapusan maka barang-barang tersebut dikembalikan ke Negara. Pemerintah daerah, khususnya pemerintah kota, disini bertindak sebagai penerima barang, yang selanjutnya barang-barang tersebut dilelang oleh Negara dan hasilnya juga kembali ke Negara.

Program yang menjadi unggulan dan temasuk inovasi dari bagian sarana dan prasarana di SMAN 22 bandung untuk tahun ini adalah pihak lembaga mengusahakan mendirikan media pendidikan virtual atau yang disebut dengan Pusat Studi Bersama (PSB) sehingga dengan PSB ini seluruh warga sekolah bias mengakses dan bias berinteraksi walaupun diluar jam sekolah. Inovasi ini direncanakan untuk terlaksana di tahun 2010.

Selain itu, pihak sarana dan prasana juga merencanakan setiap ruang kelas yang terdapat di SMAN 22 Bandung bisa terpasang infokus yang menetap disetiap kelasnya, hal ini akan mempermudah proses penyampaian materi pembelajaran dari guru kepada peserta didik. Selain itu program ini bertujuan juga untuk mengimbangi laju teknologi yang sedang berkembang.

C. Kesesuaian Sarana Prasarana Di SMAN 22 Bandung Dengan Standar Nasional Pendidikan

Sebagai Sekolah Standar Nasioanl (SSN) SMAN 22 Bandung secara garis besarnya sudah sesuai dengan standar nasional pendidikan. Hal ini di buktikan dengan adanya sarana prasarana yang menunjang siswa untuk dapat mengembangkan pembelajarannya dan keterampilan masing – masing individu. Kemampuan struktur manajerial sudah sangat baik dibuktikan dengan berfungsinya wakasek sarana dan prasarana, meskipun dalam beberapa hal masih memerlukan pembenahan seperti halnya rekapitulasi data prasarana yang akurat secara terpusat di bagian sarana prasarana.

Kesesuaian sarana dan prasarana dengan diperolehnya akreditasi A. Nilai yang diperoleh untuk standar sarana dan prasarana adalah sebesar 97,50. Hal ini menandakan sarana dan prasarana sudah sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Jika dilihat dengan standar kurikulum dan juga kesesuaian anatar kurikulum yang diterapkan dan kondisi sarana prasarana di SMAN 22 Bandung maka sudah mencukupi standar minimum. Namun pihak sekolah juga terus mengadakan program peningkatan baik dalam pengadaan, perawatan dan juga penghapusan sarana dan prasarana yang tersedia.

BAB IV

KESIMPULAN

 

  1. A. Kesimpulan

Sarana pendidikan adalah fasilitas-fasilitas yang digunakan secara langsung dalam proses belajar mengajar agar tujuan pembelajaran tercapai. Sedangkan prasarana pendidikan merupakan segala sesuatu yang secara tidak langsung menunjang proses pendidikan. Di SMAN 22 Bandung sudah memenuhi standar nasional pendidikan dengan sarana dan prasara yang baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya observasi yang kami lakukan ke sekolah tersebut. Sarana dan prasarana yang sudah tersedia di SMAN 22 Bandung membuat para siswa terfasilitasi dengan baik untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan individunya.

  1. B. Saran

Semoga makalah yang kita buat setelah melakukan observasi dapat bermanfaat khususnya bagi kami dan umunya bagi semua orang. Selain itu, dengan adanya observasi ini kita mengetahui bahwa sarana dan prasarana di sekolah dapat kita kelola dengan baik supaya bermanfaat bagi warga sekolah. Data – data yang ada bisa dapat di update dan bisa di berikan kepada semua orang agar terjadi transparansi dalam sarana dan prasarananya. Selain itu, sarana dan prasarana di sekolah tersebut harus diinventaris secara terpusat dan akurat sehingga dapat memudahkan dalam proses pendataan.

DAFTAR PUSTAKA

-          http://dwiapriani80.blogspot.com/resume-propen-standar-sarana-dan-prasarana-pendidikan/

-          Data-data dari SMA Negeri 22 Bandung

About these ads

2 thoughts on “Makalah Observasi Mata Kuliah Manajemen Sarana Prasarana

  1. Wahh…terimakasih sekali, tulisannya sangat membantu saya dalam penyelesaian tugas mata kuliah profesi kependidikan.
    Makasih mss…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s